Berpikir dengan ikhlas sambil menghadapkan diri kepada Allah

Agar sebuah perenungan menghasilkan manfaat dan seterusnya menghantarkan kepada sebuah kesimpulan yang benar, maka seseorang harus berpikir positif. Misalnya: seseorang melihat orang laing dengan penampilan fisik yang lebih baik dari dirinya. Ia lalu merasa dirinya rendah karena kekurangan yang ada pada fisiknya dibandingkan dengan orang tersebut yang tampak lebih rupawan. Atau ia yang tidak dikehendaki Allah. Jika ridha Allah yang dicari, maka seharusnya ia menganggap bagusnya ciptaan Allah yang sempurna. Dengan melihat orang yang rupawan sebagai sebuah keindahan yang Allah ciptakan akan memberikannya kepuasan. Ia berdoa kepada Allah agar menambah keindahan orang tersebut di akhirat. Sedang untuk dirinya sendiri, ia juga meminta kepada Allah agar dikaruniai keindahan yang hakiki dan abadi di akhirat kelak. Hal serupa seringkali dialami oleh seorang hamba yang sedang diuji oleh Allah untuk mengetahui apakah dalam ujian tersebut ia menunjukkan perilaku serta pola pikir yan baik yang diridhai Allah atau sebaliknya.

Keberhasilan dalam menempuh ujian tersebut, yakni dalam melakukan perenungan ataupun proses berpikir yang mendatangkan kebahagiaan di akhirat, masih ditentukan oleh kemauannya dalam mengambil pelajaran atau peringatan dari apa yang ia renungkan. Karena itu, sangatlah ditekankan di sini bahwa seseorang hendaknya selalu berpikir secara ikhlas sambil menghadapkan diri kepada Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).”(QS.Ghaafir,40:13)

Published in: on March 26, 2009 at 7:57 pm Comments (0)

http://www.detikinet.com/read/2009/03/18/122003/1101262/317/microsoft-dan-open-source-kompetisi-atau-kolaborasi

Penulis: Arli Aditya Parikesit - detikinet

ilustrasi (inet) 

Jakarta - Pada awalnya, strategi Micosoft terhadap Open Source terkesan antagonis dan kurang bersahabat. Namun, semenjak tahun 2004, strategi tersebut diubah secara total. Mereka terkesan lebih bersahabat dan diplomatis dalam berhadapan dengan komunitas Open Source.

Apakah pendekatan tersebut efektif dalam memperbaiki citra mereka? Apakah motif Microsoft di balik pendekatan diplomatis tersebut? Bagaimana tanggapan komunitas Open Source terhadap pendekatan Microsoft? Mari kita simak.

Aktivis Open Source pada Litbang Microsoft

Secara mengejutkan, Microsoft mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Bill Hilf, yang selama ini dikenal sebagai aktivis Open Source. Bergabung dengan Microsoft pada tahun 2004, dan awalnya menjabat sebagai direktur strategi platform teknologi Microsoft. Akhirnya sekarang menjabat sebagai Direktur Lab Open Source Microsoft dan general manager of Windows server marketing.

Dia adalah seorang veteran di dunia Open Source, yang sudah terlibat didalamnya selama lebih dari sepuluh tahun. Sebelumnya, Hilf bekerja di unit pengembangan platform Linux pada IBM.

‘Saya adalah orang non Microsoft yang bekerja di Microsoft’, demikian kata Hilf. Dia memimpin lab, yang menjalankan sekitar 40 distro Linux yang berbeda, dan beberapa versi Unix, di tengah lingkungan yang Microsoft Windows sentris.

Menurut Hilf, apa yang dilakukan labnya adalah mengerjakan solusi interopabilitas antara platform Windows dan Linux. Contoh penelitiannya, adalah menjalankan client non Microsoft pada Microsoft Exchange dan melakukan sinergi terhadap solusi IT yang multi platform.

Hilf merupakan satu dari segelintir eksekutif Microsoft yang berpartisipasi pada forum Open Source, seperti pada Linux World. Hilf mengakui, bahwa banyak dari individu yang terlibat pada forum tersebut merupakan teman baik dia juga. Hilf berpendapat, bahwa Microsoft sama sekali tidak bermaksud berkompetisi dengan open source, namun berkompetisi pada produk open source yang dijual di pasaran.

Hilf juga berinteraksi secara intensif dengan dunia pengembangan Open Source, dengan menjalin hubungan baik dengan rekan-rekannya di Samba, Apache, Red Hat, Novell/Ximian, dan pengembang kunci open source lainnya. Sejauh ini, menurut dia, tanggapan secara umum dari komunitas Open Source atas kehadiran dia mewakili Microsoft cenderung positif.

Kerjasama antara Microsoft dengan komunitas Open Source

Buah karya Hilf dengan timnya telah nampak, dengan perkembangan-perkembangan yang akan dijabarkan selanjutnya. Atas saran dan arahan Hilf, akhirnya Microsoft mendirikan dua websites terpisah, yaitu Port25 dan Codeplex.

Port25 adalah suatu blog, yang didesain sebagai forum bagi para pengembang aplikasi open source. Sementara, Codeplex adalah repository open source software milik Microsoft, yang dapat disejajarkan dengan Sourgeforge.

Kemudian, Hilf dan timnya melakukan negosiasi dengan Novell dan Red Hat, dalam rangka kerja sama sinergi multi platform. Buah kerja sama tersebut, adalah dukungan Microsoft untuk memport Silverlight kepada monolight project oleh Novell, dan dukungan teknis gabungan antara Red Hat dan Microsoft. Silverlight adalah multimedia plug ins, yang didesain Microsoft untuk bersaing dengan Adobe Flash dan Apple Quicktime. Plug ins moonlight pada Linux didesain untuk mendukung microsoft silverlight.

Namun, tangan dingin Hilf dan timnya terbukti sewaktu bernegosiasi dengan OSI (Open Software Initiative). Microsoft menyerahkan skema shared source licence supaya OSI compliant, dan telah disetujui. Microsoft Shared Source Initiative adalah kerangka kerja dari Microsoft untuk menshare source code program komputer dengan pihak ketiga. Program Shared Source memperbolehkan individual dan organisasi untuk mengakses source code Microsoft untuk referensi, review, dan auditing dalam perspektif keamanan, dan untuk pengembangan.

Tanggapan komunitas Open Source secara umum

Tanggapan paling skeptis terhadap diplomasi Microsoft berasal dari pihak Google. Mereka mempertanyakan bagaimana bisa pihak yang awalnya anti Open Source, secara tiba-tiba berubah menjadi pro?

Statemen dari manajer Open Source Google, Chris DiBona, cenderung bernada skeptis dengan komitmen Microsoft. Menurut dia, seperti yang dikutip dari milis diskusi OSI, untuk apa OSI menyetujui proposal Microsoft, padahal sebelumnya mereka cenderung mengeluarkan statemen yang anti Open Source?

Lanjut DiBona, Microsoft memperkenalkan istilah yang membingungkan publik, seperti shared source licence, dan masih mempermasalahkan paten dengan sebagian komunitas Open Source. DiBona khawatir, bahwa semua ini hanyalah sekedar menunjukkan bahwa Microsoft bersahabat, namun sebenarnya memiliki maksud yang berbeda.

Sehubungan dengan Silverlight, beberapa pihak mengkritisi keengganan Microsoft untuk menawarkannya secara langsung pada platform Linux. Bruce Chizen, mantan CEO adobe, dan pencipta flash, mempertanyakan komitmen Microsoft untuk menjaga supaya Silverlight kompatibel dengan OS selain Windows. Dia mengambil contoh yang terjadi di masa lalu, di mana Microsoft merilis produk yang dijanjikan untuk kompatibel secara cross platform, namun sudah tidak demikian lagi sekarang, seperti Internet Explorer dan Windows Media Player.

Kemudian, menurut Michael Nelson, guru besar bidang kajian internet dari Universitas Georgetown, strategi tersebut tidak lain adalah upaya embrace and extend dari Microsoft untuk mengunci konten internet, dan menghentikan inovasi.

Namun tidak semua pihak memberikan tanggapan skeptis. Menurut Tim O’Reilly, CEO dari O’Reilly Media, apa yang dilakukan Microsoft dengan menyerahkan skema shared source licences pada OSI, adalah langkah yang sudah lama ditunggu-tunggu. Menurut Reilly lagi, ke depannya akan semakin sukar untuk menggambarkan garis pemisah antara Microsoft dan komunitas Open Source.

Menurut anggota dewan OSI Matt Asay, dengan meminta persetujuan dari mereka, maka itu menunjukkan bahwa Microsoft menghormati komunitas Open Source. Menurut Asay, Microsoft adalah perusahaan yang memahami Open Source, walaupun pihak OSI belum tentu sepaham dengan semua pemikiran mereka.

Menurut Zack Urlocker, wakil presiden Marketing pada vendor database open source MySQL AB, juga memuji langkah Microsoft terhadap OSI. Menurut Zack, walaupun agak terlambat, langkah tersebut sudah sangat baik.

Microsoft dan Open Source : Langkah ke Depan

Di luar platform Windows, sejauh ini satu-satunya platform di mana Microsoft mengembangkan aplikasi dan jasa secara komersial adalah pada Macintosh. Bahkan Microsoft mendirikan Operating Unit Mactopia (Macintosh Business Unit/MacBU) untuk menunjukkan komitmennya pada Mac.

Operating Unit serupa belum tersedia untuk platform Linux. Untuk platform Linux, Microsoft memasukkannya ke dalam direktorat platform interoperability. Berbeda dengan platform macintosh, di mana Microsoft telah merilis aplikasi penting seperti Mac Office, Entourage, Remote Desktop dan Messenger, dan merilis Silverlight plug ins secara native, pada platform Linux aplikasi/plug ins serupa dari Microsoft belum tersedia.

Plug ins moonlight memang didukung oleh Microsoft, tapi mereka tidak mengembangkannya secara langsung. Apakah Microsoft akan memberikan dukungan serupa seperti yang mereka lakukan di platform mac, atau bentuknya berbeda, masih harus dilihat lagi bagaimana ke depan.

Sejauh ini aplikasi yang dirilis sebagai Open Source dari Microsoft melalui Codeplex, adalah aplikasi yang tidak sepopuler nama-nama di atas. Beberapa pendapat mengatakan, jika Microsoft mendirikan Operating Unit yang serupa dengan Mactopia/MacBU, untuk mengembangkan aplikasi dan jasa Linux-based, maka suara sumbang terhadap Microsoft dari komunitas Open Source akan berkurang secara signifikan.

Open Source, sebagai model bisnis dan model pengembangan software/hardware, sudah menjadi tren, dan akan menentukan bagaimana masa depan dunia informasi. Hanya, akhirnya ada dua pihak yang memiliki penafsiran berbeda mengenai Open Source, yaitu Linux Foundation dan Microsoft. Bagaimanapun, kedua belah pihak adalah industri komersial, dan berorientasi pada market, berdasarkan supply and demand. Hubungan baik antara produsen dan konsumen akan menentukan revenue mereka.

Pada akhirnya, konsumen akan memperoleh keuntungan terbesar dari dua model yang ada, sebab kedua belah pihak akan berusaha memberikan rasio price/performance yang terbaik pada produk mereka. Konsumen akan memilih mana yang terbaik secara kritis, sesuai dengan kebutuhan mereka.

Bahkan, berkat kerja sama antara Microsoft dengan Novell dan Red Hat akhir-akhir ini, mengadopsi solusi dari kedua belah pihak sekaligus adalah mungkin. Terobosan yang dilakukan pada pendidikan tingkat SMK di Indonesia, dengan mengajarkan OS Linux dan Windows secara bersamaan pada mata pelajaran TIK merupakan langkah awal yang sangat bagus, untuk mendidik siswa supaya sadar akan banyaknya pilihan pada dunia informatika yang sangat heterogen.

Published in: on March 25, 2009 at 8:21 am Comments (0)

http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/untaian-nasehat/muhasabah/

Penulis : Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah Muhasabah (introspeksi) pada jiwa ada dua macam: sebelum beramal dan setelah beramal. Muhasabah sebelum beramal yaitu hendaknya seseorang menahan diri dari keinginan dan tekadnya untuk beramal, tidak terburu-buru berbuat hingga jelas baginya bahwa jika ia mengamalkannya akan lebih baik daripada meninggalkannya. Al-Hasan rahimahullah mengatakan: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk muhasabah) saat bertekad (untuk berbuat sesuatu). Jika (amalnya) karena Allah, maka ia terus melaksanakannya dan jika karena selain-Nya ia mengurungkannya.” Sebagian mereka (ulama) menjabarkan ucapan beliau seraya mengatakan: “Jika jiwa tergerak untuk mengerjakan suatu amalan dan seorang hamba bertekad melakukannya, maka ia (mestinya) berhenti sejenak dan melihat, apakah amalan itu dalam kemampuannya atau tidak? Jika tidak dalam kemampuannya maka tidak dilakukan, tapi kalau mampu maka ia berhenti lagi untuk melihat apakah melakukannya lebih baik daripada meninggalkannya atau (bahkan) meninggalkannya lebih baik? Kalau (keadaannya adalah) yang kedua maka ia tidak melakukannya. Kalau yang pertama maka ia berhenti untuk ketiga kalinya dan melihat: apakah pendorongnya adalah keinginan mendapatkan wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan pahalanya atau sekedar kedudukan, pujian dan harta dari makhluk? Kalau yang kedua maka ia tidak melakukannya walaupun akan menyampaikan pada keinginannya, agar supaya jiwa tidak terbiasa berbuat syirik dan tidak terasa ringan untuk beramal demi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena seukuran ringannya dalam beramal untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, seukuran itu pula beratnya dalam beramal untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, hingga hal itu menjadi sesuatu yang paling berat buatnya. Kalau ternyata pendorong amalnya adalah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia berhenti lagi dan melihat: apakah ia akan dibantu dan ia dapati orang-orang yang membantunya –jika amalan itu memang membutuhkan bantuan orang lain– atau tidak ia dapatkan? Kalau tidak didapati yang membantu, hendaknya ia menahan dari amalan tersebut. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menahan diri untuk berjihad ketika di Makkah hingga beliau mendapatkan orang yang membantunya dan punya kekuatan. Kalau ia mendapatkan orang yang membantu, maka lakukanlah, niscaya ia akan ditolong. Dan keberhasilan tidak akan lepas kecuali dari orang yang melewatkan satu perkara dari perkara-perkara tadi. Jika tidak, maka dengan terkumpulnya semua perkara itu niscaya takkan lepas keberhasilannya.” Demikian empat keadaan yang seseorang butuh untuk memuhasabah jiwanya sebelum beramal. Tidak semua yang ingin dilakukan oleh seorang hamba itu mampu dilakukan, dan tidak setiap yang mampu dilakukan itu berarti melakukannya lebih baik daripada meninggalkannya. Dan tidak setiap yang demikian itu ia lakukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak pula setiap yang dilakukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia akan mendapatkan bantuan. Maka jika ia bermuhasabah pada dirinya, akan jelas baginya apa yang dilakukan dan apa yang akan ditinggalkan. Berikutnya adalah muhasabah setelah beramal, terbagi dalam tiga macam: Pertama: muhasabah pada amal ketaatan yang ia tidak memenuhi hak Allah padanya, di mana ia tidak melakukannya sebagaimana semestinya. Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala pada sebuah amal ketaatan ada enam: ikhlas dalam beramal, niat baik kepada Allah, mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berbuat baik padanya, mengakui nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala padanya, menyaksikan adanya kekurangan pada dirinya dalam beramal. Setelah itu semua maka ia memuhasabah dirinya, apakah ia memenuhi hak-hak itu dan apakah ia melakukannya ketika melakukan ketaatan itu? Kedua: muhasabah jiwa dalam setiap amalan yang lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan. Ketiga: muhasabah jiwa dalam perkara yang mubah atau yang biasa. Mengapa ia melakukannya? Apakah ia niatkan karena Allah dan negeri akhirat, sehingga ia beruntung? Atau ia inginkan dengannya dunia dan balasannya yang cepat sehingga ia kehilangan keberuntungan itu? Orang yang membiarkan amalnya, tidak bermuhasabah, berlarut-larut serta memudah-mudahkan perkaranya, sungguh ini akan menyampaikan dirinya kepada kebinasaan. Inilah kondisi orang-orang yang tertipu. Ia pejamkan dua matanya untuk melihat akibat amalannya, membiarkan berlalu keadaannya dan hanya bersandar pada ampunan, sehingga ia tidak bermuhasabah dan tidak melihat akibat amalnya. Kalau ia lakukan itu maka akan mudah melakukan dosa, merasa tenang dengannya, dan akan kesulitan menghindarkan diri dari dosa. Kalau ia sadari tentu akan tahu bahwa menjaga (diri dari dosa) itu lebih gampang daripada menghindari dan meninggalkan sesuatu yang menjadi kebiasaan. Pokok dari muhasabah adalah: ia memuhasabah dirinya. Terlebih dahulu pada amalan wajib, kalau ia ingat ada kekurangan pada dirinya maka segera menutupinya, mungkin dengan meng-qadha atau memperbaikinya. Lalu ia memuhasabah pada amalan-amalan yang terlarang. Kalau ia tahu bahwa ia (telah) melakukan sebuah perbuatan terlarang, segera ia susul dengan taubat, istighfar, dan melakukan amalan yang menghapusnya. Lalu memuhasabah dirinya pada kelalaiannya, kalau ternyata ia telah lalai dari tujuan penciptaan dirinya, segera ia susul dengan dzikrullah dan menghadapkan dirinya kepada Allah. Lalu ia muhasabah pada tutur katanya, pada amalan yang kakinya melangkah ke suatu tempat, atau pada apa yang dilakukan oleh kedua tangannya, dan pada perkara yang didengar oleh kedua telinganya; apa yang engkau niatkan dengan ini? Demi siapa engkau melakukannya? Bagaimana engkau melakukannya? Hendaknya ia pun tahu bahwa pasti akan dihamparkan dua catatan untuk setiap gerakan dan kata. Yaitu untuk siapa kamu melakukannya dan bagaimana kamu melakukannya? Yang pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan dan yang kedua adalah pertanyaan tentang mutaba’ah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (Al-Hijr: 92-93)

فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ. فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ

Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami). Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).” (Al-A’raf: 6-7)

لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih.” (Al-Ahzab: 8) Jika orang-orang yang jujur ditanya dan dihitung amalnya, maka bagaimana dengan orang-orang yang berdusta? Qatadah rahimahullah mengatakan: “Dua kalimat, yang akan ditanya dengannya orang-orang terdahulu maupun yang kemudian. Apa yang kalian ibadahi? Dengan apa kamu sambut para rasul? Yakni ditanya tentang sesembahannya dan tentang ibadahnya.” Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (At-Takatsur: 8) Muhammad ibnu Jarir rahimahullah mengatakan: Allah mengatakan: “Kemudian pasti Allah akan bertanya kepada kalian tentang nikmat yang kalian mendapatkannya di dunia, apa yang kalian lakukan dengannya? Dari jalan mana kalian sampai kepadanya? Dengan apa kalian mendapatkannya? Apa yang kalian perbuat padanya?” Qatadah rahimahullah mengatakan: Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya kepada setiap hamba tentang apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan berupa nikmat-Nya dan hak-Nya. Kenikmatan yang ditanya itu ada dua macam: Pertama, nikmat yang diambil dengan cara yang halal dan dibelanjakan pada haknya, maka akan ditanya bagaimana syukurnya. Kedua, nikmat yang diambil tidak dengan cara yang halal dan dibelanjakan bukan pada haknya maka akan ditanya asalnya dan kemana dibelanjakan. Maka jika seorang hamba akan ditanya dan dihitung segala amalnya sampai pada pendengarannya, penglihatannya dan qalbunya sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

:

وَلاَ تَقْفُ ماَ لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْيَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كاَنَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra: 36) Maka sangatlah pantas ia bermuhasabah atas dirinya sebelum ditanya dalam hisab/ perhitungan amal. Yang menunjukkan wajibnya bermuhasabah pada jiwa adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18) Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan: Seseorang dari kalian hendaknya melihat amalan-amalan yang ia lakukan untuk hari kiamat, apakah amal shalih yang menyelamatkannya ataukah amal jelek yang membinasakannya? Qatadah rahimahullah mengatakan: Masih saja Allah mendekatkan hari kiamat sehingga menjadikannya seolah esok hari. Maksud dari pembahasan ini adalah bahwa kebaikan qalbu adalah dengan muhasabah jiwa, dan rusaknya adalah dengan melalaikannya dan membiarkannya. (Diterjemahkan dari Ighatsatul Lahafan, hal. 90-93 dengan sedikit ringkasan oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi, Lc) Sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=240

Published in: on March 21, 2009 at 6:14 pm Comments (0)

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah
galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang tenang akan bisa menerima informasi lebih banyak, hingga dia bisa lebih memahami. Sedangkan orang yang emosional pendek kemampuan memahaminya, akibatnya kalau merespon akan tidak bagus karena keterbatasan pemahamannya.

Ketenangan pun akan membawa kewibawaan, atau karisma tersendiri bagi pemiliknya. Ia akan disegani oleh teman dan lingkungannya. Sebaliknya, orang yang overacting tidak akan memiliki kharisma. Terutama, kepada para calon pemimpin dalam skala apapun, ia harus berlatih mengendalikan diri, tetap tenang dalam kondisi bagaimanapun sulitnya. Dan, tenang bukan berarti lamban. Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling tenang, tetapi berjalannya sangat gesit. Karena ketenangan tidak ada kaitannya dengan waktu, melainkan dengan pengendalian diri, artinya dia tetap gesit, tangkas tidak ada gurau berlebih, atau berteriak-teriak. Pribadi yang kalem senyum berukir jernih, tidak pula banyak bicara kalau memang tidak perlu bicara. Akibatnya, orang yang tenang mendapat ilmu yang lebih banyak,
mendapatkan kemampuan memilih keputusan lebih baik.


Namun, ketenangan harus diupayakan agar tidak berujung menjadi sombong. Cirinya adalah ketika ia tidak peduli kepada orang lain. Dia diam tapi tidak mau mendengarkan. Malah mungkin asyik
melakukan kegiatan yang lain (saat orang lain berbicara padanya). Atau, ada orang yang diam karena dia tengah memikirkan bantahan kepada orang lain, bukannya mengemas manfaat dari pembicaraan yang didengarnya.

Sehingga, tenangya kita responsif, tidak justru pelit. Reponsif seseorang memang bisa dipengaruhi oleh banyaknya keinginan, demografi (asal tempat menetapnya), lingkungan, tekanan kesulitan. Namun itu bisa diubah kalau memang ingin berubah. Nabi Muhammad SAW sendiri tertawa bila orang lain tengah melucu. Demikian pula bagi seorang pemimpin, keputusan terbaik adalah ketika ia memang memiliki akses informasi lengkap. Makin lengkap informasi makin akurat keputusannya. Dan informasi itu sendiri tidak boleh diambil hanya dari satu pihak. Kita harus belajar dari kedua belah pihak, baru mengambil keputusan. Dan yang harus kita sadari adalah tidak ada keputusan tanpa resiko, semua keputusan ada resikonya. Kita hanya perlu menghitung resiko yang paling minimal. Wallahu a`lam.

———— ——— –sumber cyberMQ.com

Published in: on March 7, 2009 at 8:10 am Comments (0)

Calon Istri yang Dicari

Penulis : Ibnu Latief
Majelis Ta’aruf Klab Santri :Sulitkah mencari istri?

Kalau melihat populasi antara laki-laki dan wanita saat ini, 1 banding 4, untuk sementara kita akan mengatakan tidak terlalu sulit mencari seorang calon istri. Kalau mencari istri hanya kriterianya cukup dia berjenis kelamin wanita saja, tanpa embel-embel lain, rasanya mudah. Setidaknya logika kita akan mengatakan, jika tidak berhasil dengan calon pertama kan ada peluang kedua. Gagal lagi yang kedua, masih ada yang ketiga dan keempat. Belum lagi peluang orang lain yang tak diambil. Lalu kalau mencari istri, tapi ingin yang cantik dan mempesona, sulitkah?
Jika saat ini semakin banyak produk-produk kecantikan, semisal berbagai merk lotion, spa, facial, atau apalah yang lainnya, yang dapat memoles penampilan wanita menjadi lebih cantik dan anggun, kulit hitam menjadi putih, rambut keriting jadi lurus, badan gemuk jadi langsing, gigi tonggos jadi rapi, bibir dipoles jadi sensual, dan gaun-gaun yang modis lagi menggoda, seharusnya signifikan dengan semakin bertambahnya wanita-wanita cantik di negeri ini. Rasanya kita juga akan menjawab “MUDAH”. Sekarang kemungkinan besar tidak sulit juga memilih istri yang cantik dan mempesona secara lahiriah.
Memang memiliki istri cantik, apalagi kaya dan dari keturunan terhormat, merupakan idaman para lelaki. Kecantikan menjadi salah satu sumber kesenangan di hati. Dari mata turun ke hati, begitu kata pepatah. Seperti orang-orang kota yang sumpek melihat jejalan beton-beton raksasa kemudian menjatuhkan pandangannya pada keindahan alam pegunungan, di situ letak kesenangan dan hiburan bagi mereka. Begitu pula halnya istri yang memiliki paras cantik, ia menghadirkan kesenangan di hati suaminya. Lalu mungkin ada yang bertanya, sampai kapan kesenangan itu? Pertanyaan ini yang sulit dijawab. Apalagi menjawab, apakah mereka yang mempesona dalam segi fisik pasti akan membawa kita dalam ketentraman dan kebahagiaan rumah tangga? Ah, tidak ada yang mau menjamin. Kalau hanya senang secara biologis kemungkinan iya, tapi kesenangan semacam ini sifatnya tidak lama dan tidak menjadi penentu ketentraman rumah tangga melainkan sedikit saja.
Memang bagi yang belum menikah, kecantikan kadang menjadi yang utama. Faktor fisik menjadi segala-galanya. Ketika usia bertambah tua, kecantikan juga akan semakin sirna. Padahal, menikah belum setahun, secara naluriah akan muncul perasaan begini, sang istri yang dulu primadona, sekarang tampak seperti biasa-biasa saja. Jika seorang suami tidak juga menemukan “kecantikan lain” pada istrinya, yang bukan berasal dari parasnya saja, bisa jadi kecantikan itu malah menjadi fitnah rumah tangga. Fitnah yang seperti apa? Dengarkanlah sabda Rasulullah, “Jangan menikahi wanita karena kecantikannya, karena bisa jadi kecantikannya itu akan memburukannya. Dan jangan menikahi wanita karena hartanya, bisa jadi hartanya membuatnya melampaui batas. Tetapi, nikahilah wanita atas perkara agamanya. Sungguh, hamba sahaya wanita yang sebagian hidungnya terpotong lagi berkulit hitam tapi taat beragama adalah lebih baik.” (HR. Ibnu Majah).
***
Kecantikan yang Memburukan
Seperti apakah kecantikan yang memburukan? Wallahu a’lam bishshawab. Mungkin saja mereka adalah yang merasa kecantikannya harus dihargai lebih. Mereka adalah yang merasa suaminya tak bisa menghargai kelebihannya. Mereka adalah yang kecantikannya digunakan untuk menyimpang, memuaskan nafsunya. Masih herankah kita, apa yang menjadi alasan artis-artis itu dengan mudahnya kawin cerai? Ya, salah satunya karena merasa memiliki kemampuan untuk memperoleh suami yang lebih baik melalui kecantikan dan kekayaannya. Itulah kecantikan yang memburukan. Atau kecantikan yang memburukan itu terjadi karena naluriah yang tak terbendung. Yaitu menonjol-nonjolkan kecantikannya di hadapan orang lain selain suaminya dengan maksud riya. Walau ia tak bermaksud menggoda lelaki lain, bukankah itu hal yang buruk?
Kecantikan atau harta belum cukup menjadi kriteria untuk kita menetapkan pendamping hidup. Ada yang perlu kita buka kembali. Secara arif, mengenai wawasan kita, mengenai harapan kebarokahan pernikahan, tentang cita-cita kesakinahan keluarga, tentang kebersamaan mengarungi hidup. Tentang dambaan keturunan-keturunan yang shaleh, tentang keadaan hidup setelah mati. Sabda Rasulullah berikut ini sudah sering kita dengar, kita ulang kembali, mudah-mudahan tidak sekedar lewat di telinga, tapi merupakan bekal yang membekas di hati, “Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Beruntung! Kalau yang menyampaikan kata “beruntung” itu adalah seorang pengusaha atau pedagang, maka makna beruntung itu tidak jauh dari yang namanya uang. Tapi kalau yang menyampaikan Rasulullah, katakan, keberuntungan seperti apakah itu? Bukankah keberuntungan itu mengenai kebahagiaan dunia berupa rumah tangga yang diberkahi Allah dan kebahagiaan akhirat berupa tabungan pahala dan kebaikan?
Coba sebut apa yang kita harapkan sebagai suami dari istri kita? Bukankah kita ingin ia menjadi penyemangat saat kita putus asa, penghibur saat kita sedih, penyejuk saat kekeringan, pendorong amal ibadah. Kemudian mau bersabar saat musibah, dan bersyukur dengan apa pun karunia yang diterima. Dan istri yang bisa memberikan itu semua tidak ada sangkut pautnya dengan cantik tidaknya atau kaya tidaknya dia. Mereka adalah wanita-wanita yang baik agamanya. Mereka bertaqwa pada Allah dan patuh pada suaminya. Mereka yang tidak hanya melihat aktivitas melayani suami, mendidik anak, menjaga rumah, atau tugas-tugasnya yang lain sebagai urusan dunia semata. Tapi ada harapan yang lebih besar, yakni keridhaan Allah dan balasan Surga-Nya di akhirat kelak.
Percayalah, tidak ada yang membuat seorang suami merasa tentram kecuali karena sikap baik seorang istri. Tidak ada sikap baik istri yang lebih jujur kecuali karena lahir dari ketulusan. Dan tidak ada ketulusan yang kokoh kecuali karena keikhlasan untuk bertaqwa kepada Allah. Inilah mengapa Rasulullah memerintahkan kita perihal menentukan calon istri berdasarkan kualitas agamanya. Karena agama adalah akhlak mulia, Addiinu Akhlakul Kariimah. Termasuk akhlak mulia seorang istri untuk bersedia melayani suaminya dengan tulus, ikhlas, dan sebab taqwanya kepada Allah SWT, ” Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (QS. An Nisaa’ : 34).
Maka jatuhkan pandangan hanya pada faktor agama. Semata-mata agama. Kita juga tidak pernah menginginkan anak-anak yang alakadarnya atau bahkan yang jauh dari agama bukan? Ibunyalah sebagai seniman yang akan melukis kepribadian dan karakter anak-anak itu. Tentu yang kita inginkan, Ibu yang tak hanya mampu memberi cinta, namun juga pendidikan dan keteladanan menyangkut agama dan akhlak mereka.
***
Baik Agamanya
Soal kriteria baiknya agama seorang wanita, ada dasar dan cabang-cabangnya. Seorang wanita melaksanakan shalat wajib, menjaga kemaluannya, menutup aurat, patuh pada suami, dan menjauhi kemaksiatan, itu lebih dari cukup untuk menjadi dasar bahwa ia baik agamanya. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, telah dapat memelihara kemaluannya, dan menaati suaminya, maka dia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang disukainya.” (HR. Ahmad).
Seorang wanita, misalnya ahli Tahajjud, atau luas pemahaman agamanya, memiliki kepedulian tinggi terhadap dakwah, dermawan, misal juga suka menghafal Al-Qur’an, itu adalah cabang-cabang kriteria yang kita tentukan untuk memperoleh yang lebih baik dari yang sudah baik. Kalau kita mampu, mudah-mudahan kita beruntung bisa menikahi wanita yang memiliki kemuliaan agama dan akhlak seperti itu, aamiin…
Namun, kadang kebaikan terbentuk seiring berjalannya waktu. Boleh jadi kedewasaan berpikir dan semangat untuk meningkatkan kualitas agama baru terbentuk setelah menikah. Setelah hadirnya seorang suami yang menjadi imam, dan hadirnya anak-anak yang membutuhkan keteladanan. Mungkin saat ini, calon istri kita tidak terlalu kuat dalam menunaikan perkara-perkara amaliah kecuali hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, sopan dalam bergaul, dan menutup aurat. Subhanallah, sungguh jika selaras dengan keikhlasan di hatinya, yang seperti itu telah mulia di sisi Allah dan mulia di hadapan manusia, Insya Allah.
Mari saling berbagi nasehat, tetaplah kaki berpijak kepada sunnatullah. Berusaha dan berdo’a agar Allah menghadirkan seorang istri shalehah yang bertaqwa kepada Allah dan patuh pada suaminya. Tanyalah kepada siapa pun yang bisa ditanyai. Mintalah bantuan kepada siapa pun yang rela memberikan bantuan.
Berikhtiarlah di atas garis syari’at yang sudah ditetapkan. Bersabarlah untuk tidak mendekat pada proses-proses yang diharamkan. Hingga saatnya takdir benar-benar mendekatkan kita dengannya. Selanjutnya, dengan sangat percaya diri, kita akan menyambut datangnya pendamping terbaik, “khairunnisa”, siapakah khairunnisa itu?
“Khairunnisa” (Wanita Terbaik) adalah yang dapat menyenangkan hati suami apabila ia memandang, menaatinya apabila ia memerintah, dan tidak menentangnya dalam diri dan hartanya dengan sesuatu yang dibencinya.” (HR. Ahmad).
Sumber : Majalah Nurul Hayat, Oktober 2007

Published in: on February 24, 2009 at 5:16 pm Comments (0)

Antara Benci dan Cinta———— ——— ——-sumber : majalah.nikah. com

Benci dan cinta, selalu ada dalam hati manusia. Adalah fitrah, bila manusia mencintai sesuatu yang menyenangkan hatinya, dan membenci segala yang menyusahkannya. Yang harus diperhatikan, seorang muslim hendaknya selalu menimbang rasa benci dan cintanya, berdasarkan syariat Allah l.Ia harus mencintai apa yang dicintai-Nya, dan membenci apa yang dibenci oleh-Nya. “TERJALNYA” JALAN KE SURGA

Surga adalah impian dan cita-cita tertinggi setiap mukmin. Namun, untuk menuju ke sana, seseorang harus melalui berbagai ujian dan rintangan. Sebaik-baik bekal yang mesti dibawa adalah takwa. Yaitu menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah yang berat, dan membuat jalan ke surga menjadi “terjal” atau sulit dilalui.
Hanya orang-orang yang terpilih dan mendapat hidayah-Nyalah yang akan
berhasil melaluinya.

Setiap orang akan mendapatkan ujian sesuai dengan kadar keimanannya. Semakin tinggi imannya, semakin berat pula ujiannya. Rasulullah n pada permulaan dakwahnya, banyak menghadapi celaan, caci-maki, hinaan, bahkan tindakan kasar dan keji dari kaumnya. Namun beliau tetap bersabar. Ketika pamannya, Abu Thalib meminta beliau untuk menghentikan dakwahnya, beliau menjawab, “Wahai pamanku, meskipun matahari diletakkan di tangan kananku, dan rembulan di tangan kiriku, aku tak akan menghentikan dakwahku, hingga maut menjemput diriku.” Itulah bukti cinta Rasulullah n kepada Allah l, sekaligus kepada kaumnya.

Sesungguhnya, Rasulullah n sangat menyayangi pamannya itu. Namun, ketika pamannya memerintahkan suatu perkara yang bertentangan dengan perintah Allah l, beliau dengan tegas menolaknya. Kemudian, setelah Islam berkembang pesat dan mengalami kejayaannya, Rasulullah n tidaklah sombong dan menepuk dada.

Beliau n juga tetap amanah dan hidup sederhana, meski ada kesempatan untuk bermewah-mewah. Beliau tetap tawadhu’, dan memperbanyak amal ibadah. Shalat malam, puasa sunnah, memperbanyak dzikir dan istighfar, itu adalah “makanan” sehari-harinya, yang diteladani oleh para sahabatnya yang mulia. Semua itu tetap beliau dan para sahabatnya lakukan, meski di antara mereka sudah dijamin surga! Itulah wujud cinta dan tanda syukur mereka kepada-Nya. Hati mereka sudah dipenuhi dengan keagungan nama-Nya.


Jiwa mereka sangat merindukan untuk dekat dengan-Nya. Kini, bagaimanakah dengan kita? Sampai di mana usaha kita untuk dapat meraih surga-Nya? Kesibukan dunia, ternyata telah banyak melalaikan kita dari-Nya. Shalat yang lima waktu saja sering terlambat, bahkan kadang terlewatkan (na’udzubillaah) .

Shalat malam? Jangankan bangun untuk mengambil air wudhu kemudian shalat di pertengahan malam. Saat adzan subuh pun, kadang masih malas untuk bangun. Lebih nikmat berselimut dan memeluk bantal, daripada memenuhi panggilan-Nya. Astaghfirullaah.

“MULUSNYA” JALAN KE NERAKA

Dalam kamus setan, tak dikenal kata menyerah dan putus asa, selama itu demi menyukseskan misi abadinya, untuk menyesatkan manusia: ke neraka. Sejauh mungkin, dengan apa pun caranya, bagaimana pun bentuknya, serta kapan pun waktunya.

Setan akan senang sekali, bila melihat manusia memilih jalan ke neraka. Ia juga akan membantu manusia untuk melaluinya, serta menghiasi berbagai sarana yang menjadikan manusia tertarik padanya. Beberapa jalan setan untuk menjebak manusia di antaranya:

- Indahnya syahwat

Nafsu syahwat senantiasa ada dalam diri manusia. Terkadang ia bergejolak dan menggelegak, menghentak-hentak, minta segera disalurkan. Allah l telah memberi solusi penyaluran syahwat ini melalui pernikahan, dengan segala hikmahnya yang agung.

Namun, setan pun memberi solusi dengan berbagai cara lain yang sudah pasti haram, meski banyak manusia menyukainya. Misalnya dengan pacaran yang dilanjutkan dengan hubungan di luar nikah, berselingkuh dengan PIL, WIL atau PSK.

Cara ini, bagi sebagian orang justru lebih nikmat dan disukai. Adakalanya mereka lebih mencintai pasangan selingkuhnya, daripada pasangan sahnya. Jelas, yang seperti ini sangat tercela dan berdosa.

- Nikmatnya narkoba

Narkoba, dengan segala bentuknya, juga merupakan perangkap setan yang tampak indah dan nikmat, dalam pandangan sebagian orang. Bagaimana tidak? Dengan mengonsumsinya, seseorang bisa seolah “terbebas” dari segala macam keruwetan dan masalah kehidupan.

Seseorang bisa melepaskan segala stres dan kepenatan, juga kejenuhan. Karena narkoba akan membawanya terbang ke awang-awang. ..jiwa terasa bebas dan segala beban pun lepas…. Namun…itu hanya terjadi sesaat saja. Setelah itu, seluruh tubuh akan terasa sakit dan ngilu, karena narkoba telah merusak berbagai organ vital di dalamnya. Efek
ketagihan pun menyertai. Rasa sakit tak akan reda bila pengonsumsian dihentikan.. ..

- Harta yang menggoda

Hampir setiap manusia mencintai harta. Allah l telah memberikan rambu-rambu pada manusia untuk memperolehnya. Di antaranya dengan ayat-ayat yang menjelaskan halalnya jual beli dan haramnya riba. Juga dengan ayat yang menjelaskan keharaman memperoleh harta dengan menzhalimi orang lain.

Sayang, meskipun rambu-rambu itu begitu jelas dan tegas, masih banyak manusia yang “tertarik” untuk melanggarnya. Praktik riba, merebak di mana-mana. Korupsi, sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat negeri ini. Pencurian, perampokan, dan berbagai tindak
kriminal lainnya frekuensinya kian meningkat tajam. Semua itu adalah pertanda, bahwa banyak manusia telah “kehilangan” hati nuraninya. Mereka tak merasa bersalah sedikit pun, atau merasa sayang dan kasihan kepada orang-orang yang mereka aniaya. Hukum rimba telah berlaku di alam manusia.

- Kesombongan yang tak terasa

Sikap sombong dan membanggakan diri, terkadang juga menghinggapi jiwa manusia, baik disadari atau tidak. Orang yang sombong, hanya mencintai dan mau bergaul dengan orang-orang yang dipandang “sederajat” dengannya. Bila ia kaya dan berpangkat, ia enggan bergaul dengan orang-orang miskin, yang tidak sederajat dengannya. Tak jarang, mereka
bersikap tidak pantas kepada orang-orang yang dianggap rendah. Mereka juga merasa berat, untuk mengeluarkan zakat.

Hendaknya, kita senantiasa berusaha menjauhi sikap sombong ini, sekecil apa pun, karena Rasulullah n bersabda, “Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus
dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezhaliman (melampaui batas).” (Riwayat al-Hakim)

- Memandang bid’ah sebagai kebajikan

Di antara kita, banyak pula yang sangat mencintai amalan-amalan yang dipandang sebagai kebajikan, padahal kenyataannya adalah kebid’ahan. Di antaranya adalah tahlilan dan yasinan setelah kematian seseorang. Atau memperingati kelahiran (maulid) maupun kematian (khaul) seseorang yang dipandang sebagai orang shalih. Sungguh, bila yang seperti itu adalah kebajikan dan suatu yang perlu dilestarikan, maka Rasulullah n dan para sahabatnya adalah generasi pertama yang akan melakukannya.

MEWUJUDKAN CINTA PADA SESAMA

Setelah mengetahui lika-liku jalan ke surga dan tipu daya jalan ke neraka, maka seorang mukmin harus selalu mengupayakan dirinya untuk meniti jalan menuju surga, dan mengajak orang-orang terdekatnya untuk berbekal dengan takwa.

Setiap mukmin, tentu mencintai keluarganya. Setiap kita yang mencintai keluarga, tentu tak akan rela bila di antara mereka masuk neraka. Karena itulah, demi cinta kita, kita harus melaksanakan perintah Allah l,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamudari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ” (At-Tahrim: 6)

Kepada mereka, yaitu suami atau istri kita, orangtua serta anak-anak kita, kita harus berusaha melakukan amar ma’ruf nahi mungkar (mengajak pada kebajikan dan mencegah kemungkaran) , semampu kita. Bagaimana kalau mereka melakukan kemaksiatan? Kita harus berusaha menasihatinya, diiringi dengan doa, agar Allah l menyadarkan dan memberi hidayah kepada mereka.

Dalam lingkup yang lebih luas, cinta pada sesama harus kita wujudkan pula dengan beramar ma’ruf nahi mungkar di lingkungan terdekat kita, yaitu tetangga dan sanak famili.

YANG MESTI KITA BENCI

Segala jalan ke neraka, itulah yang selayaknya kita benci dan jauhi. Demikian pula dengan orang-orang kafir serta orang yang suka menentang kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah n, hendaknya kita tidak menjadikan mereka sebagai teman dekat.


Allah l berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang dating kepadamu…” (Al-Mumtahanah: 1)

Semoga kita tidak akan salah lagi dalam menempatkan benci dan cinta….Kita benci apa yang dibenci-Nya, dan kita cintai apa yang dicintai-Nya. (ummu fauzan)

———— ——— ——-sumber : majalah.nikah. com

Published in: on at 5:05 pm Comments (0)

http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/inaugurasi-obama-masonic-bible-dan-obelisk-fir-aun.htm

Hampir seluruh media massa dunia, cetak maupun elektronik, besar maupun kecil, memberitakan acara pelantikan Barrack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Change, We Believe merupakan semboyan mistis yang diteriakkan Obama ketika berkampanye. Dan dunia kini menantikan, perubahan apa yang akan dibawanya.

Namun Tahukah Anda, ada banyak hal yang luput dari sorotan media seluruh dunia seputar inaugurasi Presiden Obama. Inilah sebagian kecil di antaranya:

Masonic Bible

Ketika mengucap sumpah menjadi Presiden AS, Obama memilih Injil yang sama yang digunakan oleh pendahulunya, Presiden Abraham Lincoln, saat dilantik pada tahun 1861 dan 1865. Padahal ketika Abraham Lincoln dilantik menjadi Presiden AS, dia menggunakan Masonic Bible. Ini berarti Obama juga mengucapkan sumpahnya di bawah naungan Masonic Bible (Injil Masonik). Injil Mason merupakan sebuah Injil yang telah diberi catatan kaki di sana-sini, bahkan melebihi ayat-ayat aslinya, yang keseluruhan catatan kakinya tersebut berpandangan Zionistik. Injil jenis ini juga memuat sejumlah ilustrasi berupa fragment sejarah kaum Yahudi, tentunya yang mendukung klaim Zionis-Yahudi atas Tanah Palestina.

Obelisk Fir’aun

Saat diambil sumpahnya, Obama—seperti semua Presiden AS ketika dilantik—berdiri di sebuah podium yang menghadap lurus ke sebuah obelisk yang menjulang tinggi. Obelisk tersebut bernama The Washington Monument. Tahukah Anda jika obelisk tersebut merupakan obelisk asli yang diambil dari Giza Mesir, warisan dari zaman Firaun. Sekarang ini, hanya ada tiga obelisk asli era Firaun: Pertama, didirikan di tengah lapangan Katedral Saint Peter di Vatikan, di mana setiap Paus baru yang dilantik dan diambil sumpahnya pasti menghadap obelisk tersebut (Peter Tomkins: The Magic of Obelisk; NY, 1982). Yang kedua, pada tahun 1881 dikirim ke Amerika dari Iskandariyah-Mesir dan ditempatkan di Central Park-NY. Dan obelisk yang ketiga, didirikan di Washington DC tepat di titik pertemuan White House dengan Gedung Capitol.

Obelisk sendiri merupakan simbolisasi nyala api yang mengarah ke atas, ke arah pemujaan terhadap Dewa Matahari (Helios atau Ra Goddes). Matahari merupakan tuhan tertinggi kaum pagan yang tetap lestari hingga kini. Sunday merupakan hari penyembahan terhadap Dewa Matahari, di mana sekarang diwarisi oleh kalangan Kristen di dalam menunaikan kebaktiannya. Padahal Nabi Isa a.s. selalu beribadah setiap hari dan tidak mengistimewakan hari Minggu. Sebab itu, Obelisk juga dimaksudkan sebagai penyembahan terjadap Dewa Matahari.

Obelisk yang berdiri di Washington DC ini sungguh menyimpan banyak simbol pagan Kabbalah berupa numerology yang diyakini memiliki daya magis tertentu bagi kaum Luciferian (Illuminaty). Di antaranya adalah:

  • Obelisk tersebut tersusun dari 36.000 blok batu granit. Angka 36 merupakan penjelmaan dari Triple 13, angka penting Kabbalah yang memiliki arti “The Extreme Rebellion” dan disucikan.
  • Berat puncak obelisk tepat 3.300 pounds. Angka 33 merupakan penjelmaan Triple 11, “The Twin Pillars”. Menara kembar WTC juga memiliki arti yang sama dengan angka 11. Ini merupakan simbol bagi gerbang atau pintu masuk Haikal Sulaiman.
  • Obelisk ini memuat 188 batu masonik yang khusus disumbangkan secara pribadi atau atas nama yayasan dan negara dari tokoh-tokoh Mason seluruh dunia. Selain itu terdapat 35 buah batu masonik yang masing-masing merupakan sumbangan khusus dari 35 Loji Mason (Masonic Lodge) seluruh dunia. Ke-35 batu mason ini tidak diletakkan di sembarang tempat, namun dikumpulkan di bagian khusus yang berada di ketinggian 330 kaki (Triple 11).
  • Jumlah total biaya untuk mendirikan Washington Monument ini dilaporkan menelan dana US$ 1.300.000. Angka ini sekali lagi menunjuk sebuah angka keramat Mason yakni 13.
  • Monumen ini dihiasi dengan jendela 8 buah. Angka 8 memiliki arti sebagai “The New Beginning”. Jendela-jendela tersebut bila dihitung keseluruhan luasnya maka akan didapat ukuran luas sebesar 39 kaki persegi (Triple 13).
  • Kabbalah sebagai dasar kepercayaan mistis kaum Zionis sangat mempercayai numerologi. Sebab itu, kaum Yahudi juga disebut sebagai kaum Geometrian. Semua ilmu sihir dunia berasal dari sini. Semua monumen dan gedung bersejarah, juga arsitektur kota Washington DC dibangun berdasarkan perhitungan geometrian ini.

Inaugurasi Presiden AS

Seluruh Presiden AS dilantik dan menjalankan roda pemerintahan dari Washington DC, yang ditetapkan sebagai Ibukota AS pada tahun 1790. Peletakan batu pertama Gedung Capitol dilakukan tiga tahun setelahnya. Seorang arsitek Perancis yang juga mantan tentara yang membantu Amerika menghadapi kolonialis Inggris bernama Pierre Charles L’Enfant merancang arsitektur kota ini pada 1791. L’Enfant merupakan seorang Mason.

Struktur federal paling tua di Washington DC adalah batu pertama yang ditanam di pondasi White House pada tanggal 13 Oktober 1792. Tanggal 13 Oktober merupakan tanggal dimulainya penumpasan Templar di Perancis. Adakah peletakan batu pertama pada pondasi White House merupakan sebuah memorial bagi Templar? Wallahu’alam.

Yang jelas, setiap inaugurasi Presiden AS selalu saja dikelilingi simbol-simbol Masonik yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Obama merupakan Presiden AS ke-44 yang mewarisi ritual inaugurasi paganis seperti ini. Dan hal tersebut menandakan jika semboyan perubahan yang diusungnya sesungguhnya hanya merupakan slogan kosong, sama seperti ketika para tokoh Masonik Perancis meletuskan Revolusi Perancis di abad ke-18 dengan slogan-slogannya. Amerika di bawah Obama akan tetap menjadi Amerika yang Zionistik. Belive it or not. (Ridyasmara)

Published in: on January 20, 2009 at 8:15 pm Comments (0)

http://eramuslim.com/berita/dunia/komentar-artis-hollywood-atas-pembantaian-gaza.htm

Agresi Israel terhadap Jalur Gaza telah menyulut semua orang di dunia. Tak terkecuali artis-artis Hollywood. Ada yang mengutuk namun juga ada yang mendukung. Namun kebanyakan dari mereka menyumpahi Israel. Tak sedikit dari mereka yang turun langsung memberikan bantuan dan melakukan aksi. Pekan ini musisi Michael Heart menciptakan lagu We Will Not Go Down, yang seluruh hasil penjualannya diserahkan kepada rakyat Palestina. Berikut ini komentar artis-arti Hollywood atas pembantaian yang terjadi di Gaza.

“Orang Arab adalah sumber terorisme di dunia yang ada sekarang ini. Mereka menyerang orang tanpa menyisakan satu orang pun. Saya harap Israel mengancurkan mereka.”

TOM CRUISE - (Mission Impossible, The Last Samurai)

“Keduanya, baik Palestina ataupun Israel, salah. Mereka harus menghentikan perang ini.”

WILL SMITH - (Ali, Men In Black)

“Bush, Sharon, Blair, dan Rice adalah nama-nama yang akan dikutuk sejarah sepanjang masa.”

GEORGE CLOONEY - (Ocean’s Eleven, Batman & Robin)

“Bangsa Arab dan orang Islam bukan teroris. Dunia harus bersatu melawan Israel.”

ANGELINA JOLIE - (Lara Croft)

“Bangsa Arab hanya parasit untuk dunia ini, dan mereka harus ditumpas habis.”

RICHARD GERE - (Pretty Woman)

“Kita selama ini hanya berkata dari sudut pandang yang mempunyai kekuatan, bagaimana kalau kita ada di posisi yang lemah?”

SEAN CONNERY - (James Bond)

“Zionis adalah sumber kehancuran. Saya berharap saya bisa melawan mereka.”

MELL GIBSON - (Lethal Weapon, Brave Heart)

“Coba pelajari sejenak sejarah Yahudi, maka Anda akan tahu, siapa yang sebenarnya teroris.”

AL PACINO - (The Godfather)

“Kemanusiaan akan bisa ditegakan di dunia jika negara Israel sudah berdiri.”

DUSTIN HOFMAN - (Tootsie)

“Kita sekarang hidup di zaman di mana yang kuat memakan yang lemah. Kita tak lebih baik daripada bangsa Arab.”

RALPH FIENNES (Shakespeare In Love)

“Jika bangsa Arab kuat, mereka akan menghancurkan dunia. Maka sekarang, kita harus menghancurkan mereka.”

KEANU REEVES - (Speed, Matrix)

“Bangsa Arab lebih hina daripada binatang, dan kita Yahudi adalah bangsa terpilih. Tak ada lagi pertanyaan mengenai hal itu…”

HARRISON FORD - (Indiana Jones, Air Force One)

(sa/berbagaisumber)

Published in: on January 19, 2009 at 1:13 am Comments (0)

Perbandingan Percakapan Tarif Operator Telekomunikasi

Abstract
Beberapa perusahaan yang berkecimpung di dalam bisnis telekomunikasi harus berpikir keras untuk mencari pangsa pasar di Indonesia karena para pelanggan sering kali mencari jenis operator telekomunikasi yang memberikan tarif – tarif termurah. Tentunya operator telekomunikasi akan memanjakan para konsumennya dengan berbagai strategi. Banyaknya strategi tarif yang diterapkan, belum tentu bisa mendapatkan pangsa pasar. Hanya beberapa operator telekomunikasi yang bisa menarik hati pelanggan dan pada akhirnya bisa mendapatkan angka keuntungan yang optimal. Kondisi saat ini, kebanyakan perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia sudah tidak melihat lagi durasi panggilan pembicaraan karena para operator telekomunikasi ini melihat kebanyakan pelanggan yang melakukan panggilan memerlukan waktu rata-rata 3 menit per panggilan. Karena menurut survei, pelanggan kadangkala melakukan panggilan hanya memerlukan rata-rata 3 menit per panggilan dan sedikit sekali pelanggan yang menggunakan waktu lebih dari 3 menit.
Nah, melihat kondisi seperti ini, banyak perusahaan yang sudah mengubah strategi pentarifan untuk mencari pangsa pasar konsumen. Operator telekomunikasi sering kali menurunkan tarif operator telekomunikasinya namun seringnya penggunaan kalimat-kalimat yang ambigu serta perhitungan yang ribet menyebabkan para pelanggan menjadi pusing dan bingung dengan tarif yang diluncurkan oleh operator telekomunikasi. Oleh karena itu, dalam peper ini akan dijelaskan mengenai: tarif seperti apakah yang sedang digunakan operator telekomunikasi saat ini?
Kebanyakan operator di Indonesia menerapkan tarif promo hanya on-net mobile dan tarif reguler untuk off-net mobile maupun off-net PSTN. Tarif operator telekomunikasi Indonesia saat ini, ada yang memberikan tarif gratisan ketika pembicaraan lebih dari 3 menit, adapun operator telekomunikasi yang melakukan pengulangan berkala selama 4 menit, 8 menit serta ada yang melakukan gratisan lebih dari 24 jam.

1. Pendahuluan
Pelanggan operator telekomunikasi di Indonesia merasa dibohongi mengenai tarif operator telekomunikasi saat ini karena para operator telekomunikasi hanya menjelaskan tarif operator dalam tulisan yang mempunyai simbol bintang. Namun artinya berbeda dengan biaya yang dikeluarkan oleh para pelanggan ketika berbicara atau melakukan panggilan. Oleh karena itu, di dalam paper ini akan diupayakan penjelasan tarif operator telekomunikasi yang murah serta jam-jam tertentu operator memberikan tarif termurah selama 24 jam penuh.

Banyaknya tarif ‘hampir gratis” kadangkala menyulitkan konsumen operator telekomunikasi dalam memilih operator telekomunikasi yang bisa memuaskan pelanggan. Untuk mengantisipasi hal seperti ini, paper ini akan memaparkan semua tarif operator telekomunikasi sekarang dari jam 00.00 – 23.59.

Contoh kasus ini, seorang yang berdomisili di kota Bandung mencoba melakukan panggilan on – net mobile lokal, off – net mobile lokal, off – net PSTN, on – net mobile SLJJ, off – net mobile SLJJ serta off –net PSTN SLJJ ke daerah Jakarta. Karena beberapa operator telekomunikasi di Indonesia membagi tarif tersebut dalam beberapa zona, seperti zona 200 km serta pembagian kota- kota terbesar sehingga sang penerima yang akan dijadikan contoh yaitu zona penerima di daerah Jakarta. Misalnya Saya melakukan panggilan ke Jakarta (ditelpon) dari daerah Bandung (menelpon) sehingga bisa memberikan kemudahan dalam memahami tarif operator telekomunikasi di Indonesia.

Lokal : Penelpon berada di Bandung dan Penerima berada di Bandung pula.
SLJJ: Penelpon berada di Bandung dan Penerima berada di Jakarta.

Pembagian tarif tersebut juga dibagi dalam waktu peak dan off – peak sehingga di dalam paper ini tidak mencantumkan tarif untuk kondisi MIRYA (Minggu Hari Raya).

2. Identifikasi Permasalahan
2.1. Mencari operator telekomunikasi yang termurah di Indonesia?
2.2. Jam berapa operator telekomunikasi menerapkan tarif termurah?

3. Batasan Masalah
3.1. Coverage panggilan pembicaraan ini dilakukan di area Bandung.
3.2. Penerima panggilan ini di lokasi Jakarta (on – net mobile SLJJ, off – net mobile SLJJ, dan off – net PSTN SLJJ)
3.3. Tarif untuk coverage area di luar Bandung dan Jakarta, hanya sebatas mencantumkan pengertian atau keterhubungan area tertentu dengan beberapa coverage area operator telekomunikasi/ sebagai informasi tambahan.
3.4. Panggilan dalam kondisi tidak libur (MIRYA)
3.5. Data tarif yang digunakan sebelum tanggal 07 Agustus 2008.

4. Analisa
4.1. On – Net Mobile Local Rate
Dari Tabel 1 dan Gambar 1 bisa dilihat bahwa bila seseorang yang berlokasi di Bandung melakukan panggilan ke daerah Bandung pula makaoperator telekomunikasi yang cocok digunakan yaitu Operator Flexi (Flexi Trendy ataupun Flexi Classy) yang memberlakukan tarif gratis selama 24 jam penuh serta operator Smart baik itu Smart Prepaid ataupun Smart Postpaid yang memberlakukan tarif gratis dari jam 24.00 – 05.00 waktu setempat. Operator Flexi memberikan tarif gratis murah tersebut hanya untuk Divre II dan Divre III (DKI Jakarta, Jabar dan Banten) sedangkan untuk operator Smart memberikan tarif gratis untuk ke semua zona yaitu Zona Jakarta, Zona Bandung, Zona Semarang serta Zona Surabaya.
Operator Axis dan operator IM3 juga menerapkan strategi tarif yang sama. Kedua operator tersebut menerapkan tarif nelpon Rp. 1,-/ Nelpon. Namun bedadari kedua operator tersebut, operator Axis menerapkan tarif tersebut selama 24 jam penuh sedangkan operator IM3 menerapkan pada pukul 01.00 – 04.59 waktu setempat. Bila dilihat dari coveragenyaoperator IM3 jauh lebih luas ketimbang operator Axis yang baru melayani pada pulau Sumatera, pulau Jawa serta Bali dan Lombok.
Operator bebas membagi 2 skala periode pada jam 00.00 – 17.00 waktu setempat, perhitungan dengan akumulasi panggilan ke sesama XL hingga detik ke-100, tarif Rp 10/dtk. Selanjutnya GRATIS nelpon ke sesama XL berkali-kali selama 17 jam dan juga pada jam 17.00 – 00.00 waktu setempat untuk setiap panggilan ke sesama XL Rp 10/dtk hingga detik ke-290. Selanjutnya GRATIS nelpon sampe puas.
Operator Esia masih memberikan tarif regulernya yaitu Rp. 50/ menit; namun tarif operator ini masih belum menambahkan PPN 10%.
Operator Fren Prepaid maupun Fren Postpaid memberikan tarif gratisan bila seseorang melakukan panggilan lebih dari 60 menit. Bila dihitung-hitung maka pembayaran cuma dikenakan tarif untuk 1 menit saja.
Operator Starone juga memberikan tarif flat yaitu Rp. 25/ menit, operator Kartu AS memberikan tarif flat yaitu Rp. 6,5/ detik. Hal ini menyebabkan para pelanggan akan dimanjakan oleh operator telekomunikasi.
Operator Simpati membagi waktu 24 jam menjadi 4 skala periode,operator IM3 dibagi menjadi 3 skala periode,operator Mentari dibagi menjadi 2 skala periode, tarif yang ditawarkan pun juga beragam sedangkan operator Jempol masih menggunakan flat.
Operator Three Prepaid dibagi menjadi 2 skala periode, operator ini menggunakan tarif “seberapa lama anda menelpon, tetap dikenakan Rp. 6/ nelpon dan di satu skala priode dikenakan tarif flat Rp. 150/ menit.
Esia postpaid, Kartu Halo, serta Matrix juga juga dikenakan tarif flat.
4.2. Off – Net Mobile Local Rate
Dari Tabel 2 dan Gambar 2 menjelaskan kondisi yang sama, di dalam paper ini dijelaskan bahwa pelanggan melakukan panggilan ke daerah Bandung. Operator Mentari lebih murah pada pukul 23.00 – 11.59 waktu setempat dan operator Three Prepaid murah setelah operator Mentari. Namun operator Three Prepaid menerapkan tarif selama 24 jam penuh.
Operator Flexi Trendy hanya mengenakan tarif 2 menit pertam dan gratis pada menit ke 3 sampai menit ke 5.
Operator Esia hanya memberikan tarif flatnya Rp. 800/ menit dan operator Three Prepaid, operator Flexi Classy, operator Esia Postpaid, operator Three Postpaid mengenakan tarif flat per menit namun belum termasuk PPN .
Operator Fren Prepaid dan operator Fren Postpaid, operator Smart Prepaid, operator Starone Prepaid, operator Jempol, operator Starone postpaid memberlakukan tarif reguler flat per 30 detik.
Operator kartu Halo memberlakukan tarif reguler flat per 20 detik.
Operator Matrix memberlakukan tarif reguler flat per 15 detik.
Operator Axis mengenakan tarif flat per menit.
Operator kartu AS, operator Xplor dan operator Smart Postpaid memberlakukan tarif flat per detik.
Operator Simpati memberlakukan tarif 0-1 menit dikenakan Rp. 25/ detik sedangkan pada 1-3 menit Rp. 0,5/ detik serta di atas 3 menit SKEMA BERULANG.
Operator IM3 memberikan tarif flat Rp. 25/ detik.
Operator Bebas memberikan tarif flat Rp. 15/ detik.
4.3. Off – Net PSTN Local Rate
Berdasarkan Tabel 3 dan Gambar 3, Operator Starone Postpaid jauh lebih murah bila dibandingkan dengan operator lain selama pembicaraan 24 jam penuh. Namun perbedaan operator Starone Postpaid dengan operator Flexi Classy terlalu significant.
Operator Flexi Trendy, operator Axis, operator Esia Postpaid dikenakan tarif per menit.
Operator Esia Prepaid, operator Three Prepaid, operator Flexi Classy, operator Three Postpaid dikenakan tarif per menit dan belum dikenakan PPN.
Operator Fren Prepaid, operator Smart Prepaid, Starone Prepaid, operator Jempol, operator Fren Postpaid, operator Starone Postpaid dikenakan tarif per 30 detik.
Operator kartu Halo dikenakan tarif per 20 detik.
Operator Matrix dikenakan tarif per 15 detik.
Operator Simpati memberlakukan tarif: 0 – 1 menit dikenakan tarif Rp. 15/ detik namun bila dari menit 1 ke 3 menit dikenakan tarif Rp. 0,5/ detik.
Operator Kartu AS, operator IM3, operator Bebas, operator Xplor dikenakan tarif per detik.
Operator Smart Postpaid dikenakan tarif per detik dan belum dikenakan PPN.

4.4. On – Net Mobile SLJJ Rate
Berdasarkan Tabel 4 dan Gambar 4, analisisnya serupa dengan Tabel 1 dan Gambar 1.
Perbedaan tarif terletak pada operator kartu Halo, operator Matrix, operator Three Postpaid dan Smart Postpaid.
Operator kartu Halo dan operator Matrix memberikan tarif per 15 detik dan operator Three Postpaid dan operator Smart Postpaid memberikan tarif per menit.
4.5. Off – Net Mobile SLJJ Rate
Berdasarkan Tabel 5 dan Gambar 5, operator yang termurah yaitu operator Mentari pada jam 23.00 – 17.00 waktu setempat. Kemudian diikuti oleh operator kartu AS dan operator Simpati.
4.6. Off – Net Mobile SLJJ Rate
Berdasarkan Tabel 6 dan Gambar 6; bisa dilihat bahwa operator Mentari lebih murah pada waktu 23.00 – 17.00 waktu setempat, kemudian diikuti oleh operator Kartu AS yang melakukan tarif flat selama 24 jam penuh dan kemudian diikuti oleh operator Three Prepaid dan Flexi Classy.

5. Kesimpulan
Operator telekomunikasi di Indonesia dewasa ini, sudah berupaya secara optimal untuk mencari pangsa pasar. Namun banyaknya promo yang ditawarkan oleh operator telekomunikasi telah membuat sedikit penurunan tarif pulsa berbicara. Tidak sedikit operator telekomunikasi mengubah strategi tarif melalui permainan kata – kata pada iklan. Kadangkala para konsumen merasa dibohongi dengan tarif yang ditawarkan operator telekomunikasi.

Oleh karena itu, perlu adanya penjelasan paper ini mengenai tarif termurah serta waktu yang digunakan operator telekomunikasi untuk memberikan tarif termurah. Beranjak dari sinilah, saya mencoba mensimulasikan panggilan (call out) ke on – net mobile local rate, off – net mobile local rate, off – net PSTN local rate, on – net mobile SLJJ rate, off – net mobile SLJJ rate, off – net PSTN SLJJ rate.

Menurut survei, rata – rata konsumen di Indonesia hanya memerlukan 3 menit untuk melakukan pembicaraan. Nah, untuk hal seperti ini, saya perlu mengambil contoh kasus di Bandung untuk mempersempit masalah karena banyaknya operator telekomunikasi yang menggunakan zona dan pembagian waktu peak, off – peak serta MIRYA. Saya melakukan panggilan ke Jakarta dari Bandung. Artinya saya menelpon dari Bandung dan yang menerima panggilan di Jakarta. Penggunaan waktu hanya menggunakan peak dan off – peak, pengertian di sesuaikan oleh definisi menurut operator telekomunikasi yang bersangkutan.
Untuk pembicaraan on – net mobile local rate yang termurah yaitu operator Flexi baik Flexi Trendy ataupun Flexi Classy selama 24 jam penuh, off – net mobile local rate yang termurah yaitu operator Mentari pada pukul 23.00 – 11.59 waktu setempat, off – net PSTN local rate yang termurah yaitu Starone Postpaid selama 24 jam, on – net mobile SLJJ rate yang termurah operator Flexi Trendy maupun Flexi Classy, off – net mobile SLJJ rate yang termurah operator Mentari pada pukul 23.00 – 17.00 waktu setempat, sedangkan off – net PSTN SLJJ rate yaitu operator Mentari yang termurah pada pukul 23.00 – 17.00 waktu setempat.

Daftar Pustaka
www.telkomflexi.com
www.xl.co.id
www.telkomsel.com
www.myesia.com
www.indosat.com
www.mobile-8.com
www.axisworld.co.id
www.three.co.id
www.smart-telecom.com

Lampiran
Tabel 1 On – Net Mobile Tarif Lokal

Tabel 2 Off – Net Mobile Tarif Lokal
Tabel 3 Off – Net PSTN Tarif Lokal

Tabel 4 On – Net Mobile Tarif SLJJ

Tabel 5 Off – Net Mobile Tarif SLJJ

Tabel 6 Off – Net PSTN Tarif SLJJ
Gambar 1 On –Net Mobile Tarif Lokal

Gambar 2 Off –Net Mobile Tarif Lokal

Gambar 3 Off – Net PSTN Tarif Lokal

Gambar 4 On – Net Mobile Tarif SLJJ

Gambar 5 Off – Net Mobile Tarif SLJJ

Gambar 6 Off – Net PSTN Tarif SLJJ

Published in: on January 10, 2009 at 4:13 pm Comments (0)